ergonomi kursi sekolah

Ergonomi Kursi Sekolah

Kursi adalah sebuah fasilitas sekolah yang digunakan untuk duduk serta memiliki beberapa kaki untuk mendukung berat tubuh pengguna dan ada yang memiliki sandaran kursi. Meja dan kursi merupakan sarana pendukung yang menunjang aktivitas belajar mengajar di sekolah. Anak menggunakan meja dan kursi sekolah selama kurang lebih 6 jam lamanya setiap hari ketika proses belajar mengajar berlangsung. Jika sikap duduk anak tidak benar seperti membungkuk ke depan, maka perkembangan tulang belakang anak akan terganggu. Maka, meja dan kursi sekolah harus diredesain sesuai dengan ukuran tubuh anak atau ergonomis. Meja dan kursi sekolah yang ergonomis akan membuat anak merasa aman, nyaman dan sehat sehingga tidak menimbulkan keluhan muskuloskeletal.

Related image

 http://jualkursimejasekolah.com 

Sebaliknya, jika meja dan kursi tidak ergonomis akan menimbulkan berbagai dampak negatif baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek seperti pemakainya akan cepat merasakan lelah, nyeri dan mengalami keluhan muskuloskeletal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Chiu et al. (2012) di Taiwan, ketidakergonomisan meja dan kursi pada sekolah dasar mengakibatkan sakit pada tulang belakang dikarenakan postur tubuh bekerja secara tidak alami dan mengganggu pertumbuhan tulang pada anak. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Afzan et al. (2012) di Malaysia menyatakan 100 % dari tinggi badan anak tidak sesuai dengan tinggi kursi, kedalaman kursi dan tinggi meja. Selain itu, 44 % dari sandaran kursi tidak sesuai dengan tinggi anak untuk anak kelas 2. Sedangkan bagi anak yang duduk di kelas 5, tinggi anak 79 % tidak sesuai dengan tinggi kursi, 91 % dengan sandaran kursi dan 100 % dengan kedalaman kursi dan tinggi meja.

Image result for kursi sekolah

Penelitian lainnya dilakukan oleh Sutafa et al. (2012) di Bali yang menyatakan bahwa anak mengalami keluhan muskulesketal utamanya pada leher, bahu, tulang belakang, pinggang, pantat, siku, paha dan pangkal kaki serta mampu mengurangi konsentrasi anak selama belajar yang diakibatkan oleh ketidakergonomisan meja dan kursi sekolah. Dari penelitian diatas dapat diketahui bahwa telah banyak penelitian mengenai meja dan kursi pada sekolah-sekolah termasuk di Indonesia. Tetapi, aplikasi hasil penelitian masih jarang direalisasikan sehingga meja dan kursi sekolah dalam negeri cenderung hanya memperhatikan aspek fungsional semata, tanpa memperhatikan aspek ergonomis maupun estetis.

Related image

Sama halnya dengan penelitian mengenai meja dan kursi sekolah dilakukan di Sekolah Dasar ABC. Meja dan kursi sekolah aktual yang ada di SD ABC ada dua jenis dengan meja dan kursi jenis pertama untuk anak kelas 1 dan kelas 2, serta jenis kedua untuk anak kelas 3 sampai kelas 6. Penelitian pendahuluan dilakukan terhadap siswa kelas 1 dan kelas 5 dengan checklist penelitian dan Standard Nordict Questionnaire (SNQ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *