Anak-Anak Autis Ditemukan Memiliki Tingkat Lemak Baik Anak

anak yang rendah Autis ternyata juga memiliki tingkat lemak kedua adalah apa yang rendah syndrome autisme pada anak-anak?

Autisme adalah gangguan pada sistem saraf yang kemudian menyebabkan perilaku gangguan, seperti sulit untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan, memiliki rasa empati dan simpati yang rendah dan sulit untuk fokus dan melakukan perilaku yang berulang-ulang. Anak-anak dengan autisme sangat sulit untuk mengekspresikan diri mereka dengan kata-kata atau dengan gerakan. Selain itu, anak-anak autis lebih sering hidup dalam ‘dirinya sendiri’ dan tidak berpikir orang-orang di sekitarnya.

Gejala-gejala syndrome autisme sering muncul ketika memasuki tahun pertama. Tetapi beberapa anak-anak sudah menunjukkan gejala autisme sejak ia dilahirkan. Penyebab syndrome autisme masih menjadi tanda tanya besar untuk dunia kedokteran. Tetapi berbagai penelitian menyebutkan bahwa data genetik adalah salah satu faktor risiko yang kuat untuk menyebabkan syndrome autisme pada anak-anak. Anak-anak yang memiliki riwayat keluarga dengan sindroma autisme, memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman autisme lebih besar. Tidak hanya itu, beberapa hal yang juga dianggap sebagai faktor-faktor risiko Kejadian autisme pada anak-anak yaitu, komplikasi selama kehamilan.

Dalam tubuh normal, terdapat kadar HDL yang dirujuk sebagai kolesterol baik dan LDL, yaitu kolesterol jahat kadar HDL disebut kolesterol baik karena bertanggung jawab sebagai ‘scavengers’ lemak di dalam pembuluh darah sehingga pembuluh darah bersih dari cadangan lemak, LDL melakukan hal-hal sebaliknya, oleh karena itu dirujuk sebagai kolesterol jahat. Tetapi baru-baru ini sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak autisme ditemukan memiliki tingkat lemak baik yang lebih rendah daripada anak-anak normal.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Alabama membandingkan kadar lemak atau kadar HDL dalam dua baik kelompok-kelompok anak manusia. Satu kelompok terdiri dari anak manusia adalah normal dan sehat sementara grup lain adalah Anak Manusia akan menderita autisme. Kemudian kadar HDL dilihat dari pemeriksaan darah yang dilakukan di dalam kedua-dua kumpulan. Dari pemeriksaan darah ditemukan bahwa tingkat lemak di kedua kelompok anak manusia akan menderita autisme lebih rendah dibandingkan dengan tingkat lemak di kedua kelompok anak-anak laki-laki normal.

 

Tidak hanya itu, diketahui bahwa ada perbedaan-perbedaan dalam tingkat asam lemak omega 3 pada kedua kelompok, di mana kelompok dengan autisme memiliki tingkat asam lemak omega 3 yang lebih rendah. Sedangkan, asam lemak omega 3 ini sangat berguna untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan anak-anak dan menjaga kesehatan sistem syaraf.

Gangguan metabolisme lemak pada anak-anak autisme

sampai waktu ini, segala sesuatu yang berhubungan dengan syndrome autisme masih suatu rahasia dan tanda tanya besar bagi kesehatan. Tidak diketahui juga tepat apa tujuan dari anak autisme memiliki kadar HDL yang lebih rendah. Tetapi para peneliti menganggap bahwa anak-anak yang memiliki autis gangguan metabolisme lemak dalam tubuh. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu selama kehamilan dan menyusui dapat mempengaruhi kondisi ini. Hasil-hasil penelitian yang menyatakan bahwa ibu selama kehamilan dan menyusui mengkonsumsi makanan sumber Omega 3 asam lemak dan lemak akan mengurangi risiko gangguan perkembangan otak dan perilaku pada anak-anak. Walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji hubungan antara tingkat lemak dengan autisme syndrome.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *